bc

Ketika Air Mengalir

book_age18+
25
IKUTI
1K
BACA
drama
sweet
bxg
like
intro-logo
Uraian

Air Daniswara

Penantian berujung. Itu yang kuinginkan.

Meski dalam diam.

Meski dalam sepi.

Aku hanya ingin dia tahu.

Aku ada.

Aira Barsha

Disaat sedih, dia datang

Disaat bahagia, dia beranjak

Menatapku dari kejauhan

Seakan berkata, "Aku disini, tempatmu bermuara"

"Kamu emang paling tega bikin mas Air nunggu lama. Udah berapa tahun ini? Masa' masih ga mau punya pacar! Mas Air udah dua puluh tujuh loh!"

"..."

"Raaa.."

"Mas Air suka sama Aira???"

"Baru nyadar???"

chap-preview
Pratinjau gratis
1. Me, myself!
Aira Barsha Hai, aku Aira! Outside sok girly, tapi dalemnya boyish. Kalo bisa mendeskripsikan sifatku mungkin begini: cuek, circle terbatas, tapi suka banget membangun pertemanan. Bingung ga?! Bisa dibilang sahabat dekatku dari dulu ya itu-itu aja. Tapi aku ga pernah menutup diriku dari pertemanan manapun. Aku orang yang gampang banget memulai sebuah percakapan dan ahli menggiring percakapan itu menjadi percakapan yang mengasyikkan. Bisa dibilang aku itu good speaker and listener. Karna sifatku inilah yang bikin aku dikenal banyak orang. Si Aira yang supel. Iya, aku Aira Barsha, cewek yang postur dan paras pas-pasan, tinggi sekitar 158 cm berat badan 48kg. Kalau soal akademis, jangan ditanya! Aku termasuk anak yang rajin belajar, dan itu hobiku. Be-la-jar. Se-ko-lah. Seperti saat ini, aku lagi rajin-rajinnya kerjain tugas-tugas kuliahku. Yups, aku kuliah semester 5. Sastra Inggris. Kenapa aku pilih ini? Waktu SMA pikiranku cuma 1, aku pengen kuliah yang ga pake mikir banget, enjoy belajarnya. So i chose this! Soal nanti kerja apa, jujur aku ga mikir sampe sejauh itu. I live for today, because you never know what tomorrow can bring or what it can take away. Eaaa.. Keluargaku? Oh, iya! Aku 2 bersaudara dan sekarang masih tinggal bersama Ayah dan Ibu. Sekarang aku kenalin satu persatu secara global, ya! Ayahku, Adhitama, adalah pensiunan TNI, sedang asik-asiknya bantu ibu mengurus kateringnya. Katering ibu sudah berjalan dari sebelum aku lahir, kini berkembang pesat dan tambah besar. Ayah, yang saat itu sering merenung karna berkurang kesibukannya setelah pensiun, turun tangan membantu ibu. Ibuku, Ariana. Setelah melahirkan, ibu memutuskan untuk keluar dari tempat kerjanya dan fokus mengurus kakak. Yang paling dikangenin dari Ibu, selain sifatnya yang penyayang, adalah masakannya. Ibu emang top banget kalo udah urusan dapur. Makanan ayah selalu dijaga, sarapan di rumah, makan siangpun bekal dari rumah. Bisa dibilang ayah jarang jajan karna ibu ketat banget kalo udah nyangkut makanan. Tapi dari situlah usaha katering ibu dimulai. Teman-teman ayah selalu melirik bekal ayah yang variatif. Akhirnya pas kakak usia 3 tahun, ibu mulai mengiyakan pesanan teman-teman ayah. Then, usaha katering ibu udah gede kayak sekarang. Kakakku, Aria Abinaya, konselor pendidikan. Kerjaannya bolak balik Ausie-Indo buat ngurus pelajar-pelajar yang pengen sekolah di Australia. Ga sih. Sebagai manajer, ya kalik, ngurusin daftar sekolah. Hihiu.. Dia soulmate-ku. Tempat aku curhat, marah, iseng, manja-manjaan, semuanya dehhh. Ahhh, aku rindu. Udah 3 minggu ini dia di negeri kangguru urusan kerjaan. Entahlah, biasanya paling lama 2 minggu. Cepet pulang, Mas!  . . . Air Daniswara Kali ini aku benar-benar sudah lelah. Pekerjaan menumpuk. Ya, Interpreter. Australia Education Fair. Disinilah aku, menemani para bule, dan dengan telatennya membantu pengunjung berkomunikasi untuk bertanya tentang universitas yang akan mereka tuju. Mau ga mau! Mendadak mahasiswaku sakit dan kami kekurangan orang. Arghhhh.. Andai saja si Abi ada disini mungkin sudah aku omeli sepuasnya. Dia yang bikin event, dia juga yang kabur. Aku Air! Dosen Fakultas Ilmu Budaya. Di usia dua puluh tujuh tahun ini, gelar doktor sudah kudapat. Ngomongin masalah keenceran otak, memang aku orangnya. Pekerjaanku mapan, keluargaku berkecukupan. Aku tinggal di apartemen dekat kampus. Sebenarnya Bunda ingin aku tinggal di rumah saja, maklum anak tunggal, ditahan-tahan terus mau hidup mandiri. Tapi Ayah selalu mendukung usaha baikku. Ayah memberi pengertian ke Bunda, kalo aku sudah besar, sudah harus hidup mandiri, belajar menjadi kepala rumah tangga katanya. Duh, memikirkan rumah tangga aku jadi pusing! Bukan apa-apa, aku masih sendiri. Jangankan calon istri atau pacar, seseorang yang mau di pdkt-in aja belum ada. Hehe.. Ada sih, tapi masih harus nunggu. Sabar ya, Air!

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Perfect Honeymoon (Indonesia)

read
29.6M
bc

MY ASSISTANT, MY ENEMY (INDONESIA)

read
2.5M
bc

Marry The Devil Doctor (Indonesia)

read
1.2M
bc

Orang Ketiga

read
3.6M
bc

MY DOCTOR MY WIFE (Indonesia)

read
5.1M
bc

Suddenly in Love (Bahasa Indonesia)

read
77.9K
bc

Sekretarisku Canduku

read
6.6M

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook