Zara menatap Aina dengan mata sembabnya. "Sudah, Ma, aku enggak mau membahasnya lagi. Aku pusing dengan semuanya. Aku lelah," kata Zara. "Mama heran sama kamu, Nak. Kamu ini terlalu memikirkan Yudha terus sampai buta dan tidak melihat kebaikan yang diberikan Thomas pada kita. Thomas ingin kita mempunyai masa depan yang bagus, apa kamu tidak berpikir ke sana? Kalau kamu sama Yudha, yang dia lakukan hanyalah merusak kamu dan mengambil segala kepolosanmu," balas Aina. "Ma, cukup. Tolong hentikan membahas hal ini terus-terusan," kata Zara. Aina yang kecewa dengan Zara keluar dari kamar. Ia butuh waktu sendiri untuk menjernihkan pikirannya. *** Bugh bugh bugh Thomas yang berada di dalam kamar memukul tembok-temok. Ia merasa bersalah pada Zara yang sudah hampir dia anggap seperti w********

