Break

1047 Kata

Timi makin marah dengan ucapan Zara. "Iya saya tahu saya tidak pantas membicarakan hal ini, tapi apa kau tidak memiliki rasa malu sama sekali? Putraku sudah membantu kau dan kau hanya menganggap dia sahabat saja, jangan naif dan sok cuci, Zara," kata Timi sambil menunjuk ke arah Zara. "Maaf, Tuan, saya mau ke kamar dulu. Tuan lebih baik berbicara pada anak Tuan dulu," balas Zara. "Kalau kau tidak bisa membalas perasaan dia, lebih baik lepaskan dia. Lagian apakah kamu masih gadis?" tanya Timi. Zara mematung mendengar pertanyaan itu. "Ya saya tahu saya bukan gadis yang suci seperti yang Tuan harapkan, tapi saya mohon Tuan beri saya waktu untuk berpikir tentang semua ini," jawab Zara. "Berpikir, ya, aku sangat yakin putraku ini hanya ingin bermain dengan kamu. Mungkin dia penasaran dengan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN