Pagi-pagi sekali, pria itu telah terjaga dari tidur tidak nyamannya. Setelah mengulet beberapa saat dan mengucek matanya, ia bergerak menuju toilet untuk membasuh muka. Tenggorokannya yang kering serta perutnya yang terasa kosong membuatnya berencana untuk pergi ke kantin setelahnya. Setelah ia menutup pintu geser yang terbuat dari kayu dan dilengkapi kaca kecil disisinya, netra coklat gelapnya menangkap satu sosok yang juga terlelap di depan ruang rawat. Awalnya ia hendak melewati pria muda itu begitu saja, tetapi sosok itu ternyata menyadari kehadirannya dan terbangun. Pria muda itu dengan sigap bangkit dari posisi duduknya lalu menganggukkan kepala singkat. “Selamat pagi, Tuan,” sapa si pria muda yang tak lain adalah Bima tersebut. “Tidur disini semalem, Bim?” tanya pria diambang pin

