SF 31

1530 Kata

“MAMA!” pekik Andra seraya berlari menghampiri Dyah yang tersungkur saat hendak mengejarnya. Pria muda itu tidak peduli dan tidak mendengarkan saat sang papa melarangnya menyentuh sang mama, bahkan terus berusaha mengusirnya. Andra tentu saja masih memiliki hati nurani. Bagaimanapun Dyah adalah ibunya. Sembilan bulan wanita itu membawanya dalam kandungan, melahirkannya ke dunia, memberikan asupan gizi tanpa kekurangan sedikit pun, dan juga merawatnya dengan kasih sayang. Andra tak akan mungkin abai pada fakta itu, karenanya ia tidak peduli meskipun dilarang mendekati Dyah. Pria itu bahkan dengan cekatan membopong Dyah dan membawanya masuk kedalam rumah. Riswan terus mengikutinya dibelakang dengan sorot kemarahan yang tak sedikit pun reda. Mungkin hanya terjeda demi menolong Dyah yang lem

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN