“Apa ada wanita lain yang membuatmu mengacaukan semua rencana kita, Mas?” Suara bernada menuduh yang Danisha lontarkan mampu menghentikan langkah Andra. Pria itu mengetatkan rahangnya saat orang lain dibawa-bawa kedalam masalah ini. Padahal, sejak awal Andra sama sekali tak menyinggung masalah hatinya yang tertambat di tempat lain. Lalu, apakah ia harus mengakuinya sekarang? “Jawab aku, Mas!” seru Danisha lebih keras dengan berderai air mata. “Ada perempuan lain yang mempengaruhimu ‘kan? Kamu gak pernah kayak gini sebelumnya meskipun selalu dingin sama aku. Ini terlalu tiba-tiba!” Kirana yang lebih banyak diam kini menatap punggung Andra dengan mata memicing, memamerkan kerutan halus di sudut mata paruh bayanya. “Bener Ndra tuduhan Danisha? Kamu ada main sama perempuan lain?” selidik K

