Aku membuka mataku dan melihat sekelilingku. Semuanya putih dan bersih. Mungkin aku telah pergi untuk selamanya dan meninggalkan orang-orang yang begitu aku sayangi. Terbayang bagaimana sedihnya Mama dan Mamanya Wilman menangis kepergianku. Terbayang pula bagaimana Wilman melalui hari-harinya tanpaku. Aku tidak dapat membayangkan bagaimana hancurnya perasaan Wilman ketika tiga bulan lagi akan menikah tapi aku tinggalkan untuk selamanya. Kembali semua memori masa laluku hadir dalam ingatanku. Bagaimana tiga orang temanku telah menjadi korban kesadisan para pemuja iblis itu. Lalu bagaimana nasib teman-temanku yang lainnya? Ah... semoga saja mereka selamat. Semoga saja mereka dapat kembali berkumpul dengan keluarga mereka masing-masing. Aku memang telah kehilangan tiga orang temanku, tapi

