Bab 46

819 Kata

"Kita mau ke mana Di?" tanya Hendra. "Ketemu pria gila itu, kamu tahu kan dia di mana?" tanyaku padanya. "Yes i know but...," jawabnya terhenti. "But?"  tanyaku mengernyitkan dahi. "Gak mungkin kamu kesana pakai baju seperti ini. Ok, saat kamu pakai motor tidak ada yang mengenalimu, tapi kita akan jalan di antara mereka," jelasnya panjang lebar. "So...," kataku. "Kita beli cadar," katanya sambil menarik tanganku menuju mobilnya. "What?" tanyaku kaget. Dia tidak menghiraukan pertanyaanku, dia terus menarik tanganku menuju mobilnya. Aku tidak banyak bertanya karena percuma aku bertanya dia pasti tidak akan menjawabnya. Aku coba memahami apa maksud dia memintaku mengenakan cadar. Memang akan sangat berbahaya jika warga desa mengetahui bahwa aku mengetahui mengenai pria itu. Kalung p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN