Aku melepas kepergian Ferdi dengan suka cita. Aku senang setidaknya aku bisa menyelamatkan satu temanku. Setidaknya ada yang bisa selamat dari tempat sialan itu. Aku berpamitan kepada Hendra dan Om Irwan untuk kembali ke posko. Tapi mereka menahanku dan memintaku untuk makan siang bersama sebelum aku kembali. Aku ingin menolaknya tapi aku tidak enak melakukannya hingga aku menerima tawaran itu. Aku memang belum dapat mengetahui apa yang terjadi pada keluarga Om Irwan, tapi beliau tidak menuntutku untuk mengetahui semuanya. Beliau lebih mementingkan keselamatan teman-temanku daripada kisah masa lalunya. Selesai makan aku pun berpamitan untuk kembali ke posko. Aku menjalankan motor dengan kecepatan sedang. Aku sengaja melakukannya agar tidak timbul kecurigaan teman-teman di posko karena F

