Bu Nur mempersilahkan aku masuk ke dalam rumah. Aku dan Fitri mengikutinya dari belakang. "Kita ke ruang keluarga saja agar lebih leluasa," kata Bu Nur. Kami pun mengikuti Bu Nur ke ruang keluarga. Sebuah ruangan minimalis yang sangat nyaman. Di mana di dindingnya terpajang photo-photo keluarga dan tentu saja, terpajang photo Fauzian juga. Dia terlihat masih muda, dia benar-benar pemuda yang tampan dan cerdas. Dia usianya sekitar 21 tahun, senyumnya pasti akan membuat banyak gadis terpesona. Perawakannya yang tinggi dan putih dengan badan yang atletis menjadi pelengkap ketampanannya. "Ceritakan bagaiamana kamu bisa bertemu dengan Zian?" tanya Bu Nur setelah kami duduk. Aku baru tahu bahwa keluarganya memanggil dia dengan nama Zian. Aku dapat melihat rasa rindu yang begitu dirasakan ol

