Bab 30

843 Kata

Wilman terdiam mendengar semua penjelasanku. Wajah hitam manis dan tegasnya kini berubah menjadi penuh kesedihan dan kebingungan. Aku memaklumi kesedihan dan kebingungannya. Aku tahu dia mengkhawatirkanku. Aku tahu dia takut aku kenapa-kenapa. Bukan hal yang mudah baginya untuk mengendalikan semua rasa itu agar tidak muncul di wajahnya. "Biar kutemani ke hutan pinus," katanya mengakhiri diamnya. "Tidak, aku tidak mau kamu masuk ke dalam lingkaran masalah ini," kataku melarangnya. "Aku khawatir jika kamu sendirian ke sana," kata Wilman. "Aku bisa meminta temanku menemaniku," kataku. "Tapi Di...," kata Wilman tapi aku memotongnya. "Aku tidak mau kamu kenapa-kenapa Wil. Kami telah terlanjur dalam lingkaran masalah ini Wil, tapi kamu tidak. Kamu tidak perlu mengorbankan nyawamu jika ini

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN