Bab 34

897 Kata

Alunan lembut suara Bruno Mars memaksaku untuk bangun dan membuka mataku. Aku melihat layar handphoneku yang menandakan ada panggilan masuk. Aku tercengang kaget saat melihat yang menelpon adalah Wilman. Dia tidak pernah menelpon sepagi ini. "Hhhmmm... hallo Wil," kataku bermalas-malasan. "Kamu masih di hutan?" tanyanya to the point. "Ya. Arif menjemput di batas desa nanti jam 5.30. Sekarang masih jam 4.30 jadi ada waktu kira-kira 15 menit buat aku tidur lagi," jawabku. "Aku sudah menelpon Arif kemarin, dia tidak akan menjemput kalian," kata Wilman. "What???? Bagaimana bisa dia tidak menjemput kami, lalu bagaimana kami pulang? Tidak mungkin dong langsung turun dari sini dan membuat semua orang tahu," kataku tersentak kaget—tidak percaya dia akan melakukan hal itu. "Dengar dulu penjel

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN