Bagitu Wilman menjalankan mobilnya aku langsung terlelap. Aku benar-benar kelelahan dan ditambah semalam aku kurang tidur. Aku tidak ingin bertanya ke mana Wilman akan membawa kami, karena tidak mungkin jika dia membawa kami ke posko. "Kakek yakin kamu bisa Nak," kata kakek yang semalam bertemu denganku. Seketika aku terbangun dari tidur. Aku yakin itu bukan sekedar mimpi. Itu terlalu nyata untuk dibilang mimpi. Tapi juga sulit dibilang nyata karena aku tengah tertidur. "Kamu kenapa Di?" tanya Wilman dibalik kemudi. "Aku gak kenapa-napa, Wil. Kita akan ke mana?" tanyaku. "Ke rumah temanku, kalian bisa mandi di sana dan berganti pakaian," kata Wilman. "Aku gak bawa baju ganti, Wil," kataku. "Aku sudah membelikan pakaian untuk kalian kemarin. Aku harap cukup untuk Ferdi dan Evi," kata

