Aku menunggu jawaban kakek itu. Dia masih saja bungkam tidak berkata sepatah kata pun. Entah penjelasan seperti apa yang akan dia ungkapkan pada kami. "Kita bicara di halaman," kata Om Irwan sambil beranjak dari meja. Kami semua mengikutinya dari belakang. Dari belakang pun aku masih melihat dia sama seperti sosok yang bersamaku semalam. Tidak ada perbedaan sedikit pun diantara mereka. "Duduklah," pintanya kepada kami. Aku memandang ke sekelilingku. Aku melihat dua buah ayunan terpasang rapi di halaman. Itu sama seperti salam mimpiku, ayunan itu tempat bermain Sandra dan Cassy. "Itu bukan ayunan Sandra dan Cassy, itu ayunan tempat anakku bermain," kata Om Irwan seolah mengethui apa yang sedang aku pikirkan. "Dari mana Kakek ah Om tahu kalau aku mengetahui tentang Sandra dan Cassy?" t

