Bab 24

868 Kata

Keesokan harinya aku bersiap untuk berangkat kembali mencari Lia. Rasa pegal di kakiku karena pencarian kemarin memang belum hilang, tapi aku tidak bisa hanya berdiam diri di posko sedang Lia entah di mana dia berada. Kulihat Ferdi dan Arif pun telah bersiap untuk berangkat. Mereka tengah mengenakan sepatu kets agar dapat mempermudah saat harus berjalan jauh nanti. "Kalian sudah siap?" tanyaku sambil mengambil sepatuku. "Sudah, ayo mumpung masih pagi," kata Arif. "Kalian mau ke mana?" tanya Fitri saat melihat kami telah bersiap. Aku dan Ferdi memandang Arif, aku berharap dia yang akan menjawab semuanya. Aku tidak ingin menjawabnya karena takut kembali terpancing emosi oleh mereka. "Kita mau survei jalan buat acara akhir nanti," kata Arif. "Kami berangkat dulu, baik-baik di posko," ka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN