Bab 25

839 Kata

Kami kembali ke posko dengan muka yang ditekuk. Kami tenggelam dalam pemikiran kami masing-masing. Tidak ada satu pun yang membuka pembicaraan walau hanya sekedar pertanyaan ringan. Kata yang terucap dari bibir kami hanya ketika kami berpapasan dengan warga desa di jalan atau yang sedang di kebun dan sawah. Entah kenapa aku merasa muak dengan warga desa di sini. Bagaimanapun mereka sama saja telah sengaja membuat kami berada dalam masalah ini. Saat mentari tepat berada di atas kelala kami, kami baru sampai ke posko. Beberapa teman kami telah sampai dari kegiatan mereka masing-masing. Wajah-wajah lelah terpampang di muka mereka yang sudah tak lagi sesegar pagi hari "Di, laporan kegiatan kamu mana?" tanya Fitri yang seorang sekretaris di posko ini. "Laporannya di notebook-ku, nanti ku cop

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN