bab. 22 pov Reynan

1526 Kata

“Vivian, ayo pulang!” “Baik, Pak.” Wanita cantik berambut panjang itu mengekoriku, berjalan sedikit kebelakang dariku. Jujur, aku ingin penyetaraan diantara kami, bisa berjalan bergandengan bersama menatap masa depan. ‘Viv, bagaimana caranya supaya aku bisa kembali mengambil hatimu. Kenapa hatimu lebih keras dari apa yang aku bayangkan? Tidak kah kamu memahami bagaimana perasaanku saat ini? Aku ingin kembali mengulang masa-masa indah saat kita bersama.’ “Pesan dari siapa, Viv?” tanyaku ketika ia terus terfokus kepada ponselnya. “Bukan dari siapa-siapa, Pak. Hanya dari Alisa yang memberikan info kabar ibu saat ini.” “Bagaimana kabar ibumu sekarang?” “Sudah lebih baik dari kemarin.” “Syukurlah.” “Pak, bukankah ini jalan pulang?” tanya Viv ketika aku mengambil jalur yang berbeda d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN