bab. 11 Noda merah di sprei

1012 Kata

"Rey, kenapa kamu mendadak setajir ini?” Kupandang jam yang melingkari lenganku, kurang 10menit untuk aku datang ke tempat yang di tentukan Reynan. Tapi jujur aku masih ragu. One step closer ... I have died every day waiting for you Nada dering yang ku stel soundtrack film twilight itu terdengar. Tiap di luar jam kerja, aku memang sengaja mengubah mode ponsel menjadi dering, takut ada sesuatu yang penting untukku. “Iya, Sa. Ada apa?” “Kak, ibu, Kak. Ibu masuk rumah sakit. Kata dokter ibu harus segera cuci darah supaya kesehatannya tidak semakin memburuk. Kalau bisa besok adminitrasi harus di selesaikan.” Tubuhku mendadak lemas, pikiran yang terasa penuh kini semakin memberat. Apakah ini memang jalan yang harus kuambil? “Kamu jaga Ibu dulu ya, Sa. Hari ini kakak lembur. Besok kak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN