bab.19 kemarahan Haikal

1625 Kata

Reynan menatap ke arahku, hingga beberapa saat kemudian kembali menatap lelaki di depannya. “Tentu.” ‘Apa maksud Reynan? Kenapa mau menukarkan dengan asisten Haikal? Apakah ini masih adegan balas dendamnya? Aku pikir ia sudah benar-benar berubah.’ “Rey,” ucapku lirih masih tak percaya dengan yang Reynan ucap. Reynan menampakkan telapak tangan ke arahku, memberi kode untuk diam saja. Sedangkan Haikal kini menatapku dengan senyum puas. “Pak Reynan memang pintar sekali dalam berbisnis, mana surat yang harus saya tanda tangani? Dan aku akan ikut kerja sama dengan bapak, memberikan modal besar untuk perusahaan ini, dan akan langsung membawa Vivian dari sini sekarang juga.” Aku menggeleng, masih tak percaya dengan apa yang Reynan ucap. Benarkah? Kenapa ia tega sekali? Ketika Haikal h

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN