[ Aku tunggu kamu di bawah] Kembali k****a pesan yang beberapa saat kubiarkan begitu saja, berharap lelaki yang mengirim pesan tersebut sudah kembali dan mengurungkan niatnya. Aku kembali menyibak sedikit gordennya, terlihat mobil sedan hitam dengan warna mengkilat itu masih ada di parkiran. Bagaimana dengan Reynan? Apakah ia mau mengijinkanku untuk beberapa jam meninggalkan jam kantor? Jika harus jujur kepadanya tentang alasan aku ijin, sudah pasti aku tak akan mengantongi ijin tersebut. Lelaki yang tengah berjalan melewati ku, mendadak menghentikan langkahnya. Aku dibikin spot jantung dengan kedatangannya yang tiba-tiba. “Mau ikut makan siang, Viv?” Aku menggeleng. “ Terima kasih, aku sudah pesan makanan online.” “Ya sudah.” Tanpa banyak tanya lelaki itu melangkah pergi, dan aku

