bab.32 Hawa Kebebasan

1576 Kata

[ Bagaimana tidurmu, Viv?] Aku mendapati pesan dari lelaki yang sama sebelum aku tidur, bos arogan yang menyebalkan itu mendadak perhatian. Enggan untuk membalas, aku memilih masuk ke kamar mandi, mengguyur tubuhku dengan dinginnya air shower, berharap air yang mengalir turut serta membawa sisa-sisa kesedihanku. Hanya ada masa depan dan senyuman yang terus menyambutku. “Kak Vivian, cantik sekali!” Alisa yang tengah duduk di bibir ranjang kini menatapku dengan senyuman. “Lo, kamu gak siap-siap sekolah, Dek?” tanyaku sambil menyapukan blash on tipis ke pipi tirusku, duduk, menatap cermin besar dengan make up lengkap di atas meja. “Entar, Kak. Aku masih rindu kakak, ingin terus menatap kakak.” Gadis kecil nan cantik itu mendekat, memelukku dari belakang, dan mencium pipiku. Tiba-

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN