Chapter 5

1863 Kata

"Siap Pak. Akan saya jaga seumur hidup saya." Dia berkata tapi dengan muka datar tanpa ekspresi. Sedang dalam hati, aku mencibir. Halah, menjaga apa? Jagain selingkuhan lah semangat, ejekku dalam hati. "Wah, Bu Lily sudah ada yang siap jagain seumur hidup ini. Saya setuju. Semoga disegerakan ya." "Amin," ucap Ricky. Aku hanya tersenyum saja. Malas mengelak. Percuma. Hanya akan menambah wejangan dari Pak Kepala. ***** Saat akan membuka pintu belakang mobil, aku merasa ada yang mendorong tubuhku menuju kursi penumpang. "Anak-anak kalian di belakang. Bu Lily, di depan sama saya," titahnya tegas dengan mimik muka datar. "Iya Pak," seru anak-anak kompak. Heran, sejak kapan ini orang bisa menampilkan wajah dingin bin datar seperti ini. Setahuku dulu dia sangat ramah, supel dan humoris.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN