Bab 14Mayumi tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi di hari berikutnya. Ini baru satu hari, dan Mayumi sudah merasa benar-benar dipermaikan oleh majikannya. Sepanjang jalan menuju kamarnya, Mayumi terus saja gedumel tidak jelas. Dia tidak habis pikir kenapa ada pria yang sifatnya begitu menyebalkan seperti Frans. “Ada apa denganmu?” tanya Juy yang baru saja ke luar drai ruang laundry. Ada setumpuk baju dalam keranjang yang ia bawa. Mayumi tersenyum tipis. “Tidak apa-apa, aku hanya kesal.” “Kamu sudah tidak ada kerajaan kan?” tanyanya lagi. Mayumi menggeleng. “Kalau begitu bantu Mareta menata pakaian.” Mayumi mengangguk. “Aku akan menelepon ibuku dulu, hanya sebentar.” “Hem.” Mayumi berjalan lurus masuk ke Lorong sempit di mana kamarnya dan para pelayan lain berada. Sampai di

