Bab 21Sampai di depan pintu kamarnya, Mayumi tidak langsung masuk. Dia berdiri sejenak sambil mengusap sisa air matanya yang masih sembab. Mayumi menarik napas dalam-dalam kemudian mengembuskannya bersamaan dengan satu tangannya meraih knop pintu. Ceklek! Pintu terbuka, dan dua penghuni di dalamnya menoleh bersamaan. Mayumi langsung melempar senyum supaya tidak ada yang curiga. “Hai, apa aku mengganggu?” Emely menggeleng sementara Bibi Brown hanya dian saja sambil melipat baju. Mayumi menutup pintu lalu melenggak menuju ranjangnya yang posisinya di paling ujung. “Mayumi,” panggil Emely. “Ya!” Mayumi spontan menoleh. Emely duduk sambil memangku kedua tangannya. “Boleh aku tanya?” Mayumi mengerutkan dahi lalu tersenyum kaku. “Tentu saja boleh.” Dari raut wajah Emely saat ini, jelas

