Bab 22Sarapan sudah tersedia di atas meja. Dua pelayan ditugaskan pergi ke pusat perbelanjaan untuk membeli perlengkapan apa pun itu yang sudah habis. Sementara Bibi Brown, seperti biasanya dia mengawasi di ruang makan. Mayumi dan Emely masih di dapur bersama dua koki untuk membereskan dapur supaya rapi kembali. “Apa mereka selalu tidak di rumah setiap harinya?” tanya Mayumi sambil menyiram piring berbusa di bawah keran air wastafel. “Iya, mereka semua orang sibuk. Jarang-mereka di rumah, tapi sering kali sarapan dan makan malam bersama.” “Eum, kalau boleh tahu, kenapa Tuan Frans memilih tinggal sendiri?” Emely meraih kain lap putih di atas kulkas lalau mengepal-ngepalnya hingga tangannya kering. “Apa kamu sangat penasaran?” Mayumi mengangguk. “Aku pikir Tuan Frans tidak terlalu dekat

