S E L A M A T M E M B A C A *** Aruna benar-benar merutuki nasib sialnya. Seandainya tau dokter yang sejak tadi di bicarakan oleh teman-temannya itu Arjuna, sudah pasti dia tidak akan mau datang ke klinik meski harus terkapar di tengah lapangan yang panas itu. Lebih baik panas-panasan di sana dari pada di klinik. Untuk apa datang ke klinik kalau ternyata dokternya Arjuna. Jangan lupa, bagi Aruna berobat pada Arjuna itu petaka. Di obati sebenarnya tapi juga dapat bonus omelan panjang. Aruna heran kenapa dokter segalak Arjuna bisa punya pasien. Apa tidak semakin sakit pasiennya Arjuna kalau setiap berobat kena omelan pedasnya, atau hanya padanya laki-laki itu kalau mengobati di tambah omelan panjang. Dan yang lebih menjengkelkan lagi entah perasaan Aruna atau bagaimana, sejak tadi Ar

