BAB 21: SAH PACARAN

2774 Kata

SELAMAT MEMBACA *** “Tumben sepi Bi?” tanya Arjuna saat melihat Sarni di dapur sendirian. Biasanya ada Aruna ataupun Armaya yang menemani. “Iya Mas, pada pergi semua.” Jawab Sarni. “Runa sudah sehat Bi?” Sejak kemarin Arjuna belum melihat kembali kondisi Aruna, dia terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Dan gadis itu juga belum menampakkan batang hidungnya di rumahnya. “Alhamdulillah sudah sehat. Sudah tidak ngeluh sakit kepala lagi, makannya juga sudah mulai lahap.” Jawab Sarni. “Cuma setres itu Bi, kebanyakan pikiran. Kalau sudah tidak tertekan pasti sehat nanti.” “Iya katanya kepikiran sama sekolahnya Mas. Kemarin habis curhat sama bapaknya. Katanya mau ambil keguruan.” “Bagus lah kalau begitu. Yasudah Bi, aku keatas dulu mau istriahat.” Pamit Arjuna pada Sarni. “Iya-iya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN