SELAMAT MEMBACA *** Satu Bulan Kemudian… Aruna duduk selonjoran di depan rumah bersama Armaya. Tangannya sibuk mengipas wajahnya sendiri yang terasa panas. Mereka baru saja selesai bermain badminton. Karena Armaya yang sudah mengeluh lelah permainan merekapun selesai. Akhirnya beginilah akhirnya, mereka duduk selonjoran sambil menghalau rasa lelah dan gerah yang menyerang. “Ini minum,” Arjuna mengulurkan sebuah botol berisi air mineral untuk Aruna. Aruna pun menerimanya dengan senang hati. Armaya yang melihatnya hanya bisa mencibir. Bisa-bisanya abangnya itu hanya memabawa satu botol minuman padahal ada dia juga yang butuh minum. “Punya pacar, jadi lupa sama adiknya.” Sindir Armaya. Arjuna dan Aruna pura-pura tidak mendengar ucapan Armaya. Sontak saja hal tersebut membuat Arma

