SELAMAT MEMBACA *** "Ibu..." Sarni yang tengah memasak langsung menoleh saat mendengar suara putrinya. "Loh, kok pagi-pagi kesini. Tidak kekampus?" Tanya Sarni saat melihat putrinya itu justru datang kerumahnya dan bukannya kekampus. "Nanti, kelas siang." Jawab Aruna dengan lesunya. Dia mengambil peyek di atas meja makan dan memakannya. Sambil mulutnya mengunyah peyek, matanya sibuk mengatai kegiatan yang tengah di lakukan sang ibu. "Bapak sama Arma kemana Bu?" "Sudah ke pasar." Jawab Sarni lagi. Aruna jadi tau pantas saja adiknya jarang datang kerumah suaminya ternyata sekarang sibuk membantu bapaknya di pasar. "Runa semalam nangis," ucap Aruna tiba-tiba. Sarni belum menanggapi, dia masih menunggu putrinya untuk menyelesaikan ceritanya dulu. "Ibu kenapa Bang Juna baik sekali

