Saat Ibuku memberikan komando padaku untuk membawa Vannesa bertemu dengannya, sebenarnya aku berekspetasi bahwa Vannesa akan menerimanya dengan senyum menawan seperti yang biasa dia tunjukan padaku. Namun entah ada angin dari mana dia memintaku untuk memberi waktu tiga hari padanya untuk bertemu dengan Ibuku, saat kutanyai ada apa ternyata dia sedang menghadapi masalah yang bisa kubilang cukup serius. Kali ini si biang kerok alias si pembuat onarnya adalah Vinka, Vannesa bilang Vinka tidak sengaja bertemu dengan selingkuhan Ayah mereka di salah satu pusat pembelanjaan kota Jakarta. Karena kesal, Vinka melabrak perempuan tersebut, bukan hanya melabrak, dia juga menjenggut dan menampar wajah perempuan itu beberapa kali. Jika aksi tersebut tidak terekam oleh media dan tidak tersebar luas mu

