Kami semua masih terdiam, kami... masih memandang ke satu arah yang sama yaitu Vannesa yang sialnya masih bertahan pada posisinya yang memandangiku sambil tersenyum. Sialan, situasi macam apa ini?! Aku bahkan sampai membuka dan menutup mulut beberapa kali karena mati gaya menghadapi kenyataan yang ada. Wkwk, canda sayang! Tapi tentang mulutku yang terbuka dan tertutup beberapa kali itu memang benar. Karena aku terlalu grogi sampai-sampai tidak tahu harus melakukan apa lagi sehingga hanya itu sajalah yang bisa aku lakukan. Jujur aku, tidak pernah tahu kedepannya garis dan takdir hidupku akan berjalan serumit apa. Tapi yang selalu aku percayai adalah; Ibu dan doanya untukku yang selalu bertarung dengan waktu, untuk memilihkan takdir yang aku mau. Dan takdir yang aku mau saat ini adalah Va

