"Lo cuma beduaan doang di rumah?" Tanyaku. Aku sudah sampai di rumah Vannesa, tidak dengan tangan kosong melainkan aku membawakan Vinka dan juga Una beberapa makanan. Yang membukakanku pintu tadi Vinka, dia langsung merampas barang bawaanku dan langsung menyuruhku untuk masuk. Jangan lupa lepas sepatunya dan pakai sandal yang ada di dekat pintu katanya, aku melihat kewabah dan ya sandal pink yang kekecilan di kakiku masih ada rupanya. Karena tak ada sandal lain, dengan sangat terpaksa aku memakai sandal itu lagi, kalau tidak ingat tujuanku datang ke sini untuk apa aku mungkin tidak akan mau memakai sandal ini lagi saat ini. "Una mana?" Tanyaku. Vinka mengelngkan kepala. "Kemana?" Kali ini Vinka tertawa. "Tidur..." "Lo cuma beduan doang di dirumah?" "Enggak, bereempat. Itu dua pemban

