Hari masih siang saat aku sampai ke kantor polisi tempat Fikri akhirnya ditahan. Saat memasuki ruang besuk, aku bisa melihat Fikri yang datang menghampiriku dengan tertunduk malu. Seragam orange khas seorang tahanan itu ternyata sangat cocok digunakan olehnya, kalau tahu baju itu akan sangat cocok dia pakai mungkin sudah sejak lama aku akan mengirimnya ke sini. Selepas pulang dari rumah Om Krisna tadi, niatku ingin pergi saja ke kafeku. Tapi dalam perjalanan menuju ke kafe aku mendapatkan pesan dari Ayah Fikri, katanya dia sedang bersenang-senang dengan Desi dan aku dimintai untuk menjaga dia malam nanti karena Ayah Fikri harus pulang dulu. Aku mengiyakan saja permintaannya karena memang aku sedang suntuk sekali belakang ini, dan tiba-tiba saja aku membelokan stir mobilku menuju kantor p

