Aku adalah tipekal orang yang tidak pintar mengatur emosi, saat aku mendengar kata-kata tidak mengenakan maka mukaku akan otomatis menjadi sinis dengan sendirinya, hanya satu emosi yang tidak pernah bisa mukaku lakukan dengan sendirinya; berbahagia. Aku bahkan hampir tidak mengetahui bagaimana wajahku saat aku berbahagia, tampak seperti raja kah atau tampak lebih enak dipandang. Entahlah, jika aku sendiri saja tidak tahu bagaimana wajahku saat berbahagia bagaimana dengan orang lain? Pernahkah salah satu dari antara deretan orang yang aku kenali atau bahkan deretan orang yang katanya menyayangiku itu melihat ekspresi bahagia yang muncul di wajahku ketika aku sedang bersama mereka? Kurasa tidak pernah, mungkin itulah sebabnya keberadaanku sering kali disalah pahami oleh seseorang. Ketika ak

