Ini pertama kalinya aku mengajak seseorang yang bersatus sebagai pacarku berkunjung ke rumah. Meski awalnya sempat ragu mengiyakan keinginan Vannesa pada akhirnya aku setuju setuju juga dengan dia meskipun melalui proses perseteruan yang cukup alot, dia dengan segala teorinya yang tidak apa-apa jika berpacaran dengan jalur cepat tanpa pedekate semantara aku, dengan segala teoriku yang mengatakan jika berpacaran dengan jalur cepat tanpa pedekate itu akan berdampak apa-apa. Yah, meskipun sebenernya itu pun hanya alasanku saja untuk tidak terlalu terlena dengan kisah romansa yang ditawarkan oleh Vannesa. Karena aku pernah merasakan bagaimana rasanya ditinggalkan, dikhianati dan dibohongi dengan seseorang yang sangat aku cintai, terkadang hatiku masih ragu untuk memulai kembali sebuah hubunga

