Labirin Manusia Gagal : 58

1050 Kata

"Makasih banyak ya, Vin. Udah mau nganterin pulang." Kata Vannesa sembari mencengkram lenganku. Aku mengangguk. "Masuk gih, salam aja sama nyokap tadinya gue emang udah niat mau mampir cuma ada masalah di kafe. Jadi, gue harus buru-buru ke sana." Vannesa nyengir lebar. Wajahnya sudah terliat tidak panik meski masih sedikit pucat. Sebenarnya itu hanyalah akal-akalan ku saja, aku tadi sudah menelpon orang suruhanku untuk datang ke alamat yang aku minta. Aku tidak akan menyebutkan namanya karena itu adalah privasinya, orang suruhanku kali ini akan menabrak Vannesa dengan motornya saat Vannesa turun dari mobilku dan berjalan masuk ke dalam rumah. Sengaja aku tidak mengantarkan Vannesa sampai gerbang rumahnya, strategi dan alasan. Aku menggunakan alasan terburu-buru padahal sih itu hanya ak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN