Kurasa hidupku tidak pernah merasakan payah seperti ini, saat aku dimaki-maki karena membunuh Ayahku atau saat aku tidak mempunyai teman sama sekali. Kurasa hidupku masih berjalan dengan baik-baik saja, tidak pernah aku benar-benar merasa sepayah ini. “Mau ke mana kamu?” Suara yang sudah sangat aku kenali muncul, tiba-tiba saja langkah kakiku yang sedang berjalan mengitari koridor kampus memelan seketika. Jelas ada yang salah dengan kemunculannya, sudah pernah aku katakan bukan jika aku sangat muak dengan dirinya? Karena itulah yang aku lakukan hanyalah menoleh sebentar kepada si pemilik suara lalu meluruskan pandanganku lagi. Saat ini, aku sedang tidak tahu kemana aku ingin berhenti, seharusnya aku masuk ke dalam kelas. Tapi aku sedang malas, jadi yang kulakukan hanyalah mengitari kampus

