Hallo semuanya~ Ini Sany Pathison! Author dari Pak Pol, I LOVE YOU!
Dengan perasaan senang, aku mau ngasih tau kalau bulan depan, Pak Pol bisa mulai Daily ٩(๛ ˘ ³˘)۶♥ Surat kontrak nya turun lebih lambat dari perkiraan aku.
Aku kira bulan ini, aku bisa mulai Daily. Tapi Innovel berkehendak lain :D Mungkin aku diminta buat daily bulan Desember, sambil nemenin readers semua mengisi waktu liburan.
Karena aku baik hati, jadi aku mau kasih cuplikan novel ini!
↪Happy Reading↩
Joyceline mendorong David menjauh. Matanya menatap pria itu penuh keterkejutan. Tidak menyangka jika pria yang selama ini dia hindari mati matian justru mendatangi nya dan menciumnya.
"Kau mabuk. Pulanglah." usir Joyceline. Dia bahkan menempelkan tubuhnya ke dinding untuk memberi jarak antaranya dan David sejauh mungkin.
Pandangan pria itu menyendu. Dia berjalan sempoyongan ke arah Joyceline yang berada di hadapan nya. Tubuhnya ambruk begitu saja di atas Joyceline, mengurung perempuan yang tidak sempat menghindar itu dengan tubuhnya yang jauh lebih besar.
"Hangat." gumam David. Dia menempelkan kepalanya di bahu Joyceline yang terbuka. Menghirup dan mengecup bahu itu dengan gerakan lambat.
"Tubuhmu selalu hangat. Aku menyukainya." lanjut David
Joyceline menghela nafasnya. David sudah terlalu mabuk, tidak ada guna nya berbicara dengan pria yang setengah dari kewarasan nya sudah menghilang akibat mabuk.
"Kau harus pulang. Aku akan mengantar mu." ajak Joyceline. Dia memapah tubuh David dan mengajaknya keluar dari club.
Joyceline menghampiri taksi yang berada di luar club. Dengan hati hati, dia membantu David untuk masuk ke dalam mobil sebelum akhirnya turut masuk ke dalam taksi.
"Kemana, Nona?" tanya Supir taksi itu
Joyceline menyesap bibirnya sendiri, dia melirik David.
'Akan jadi masalah jika aku mengajak nya ke Apartemen Lily.' pikirnya
"Ke Apartemen Legiond." putus Joyceline pada akhirnya. Sang supir mengangguk dan langsung menjalankan mobilnya.
Joyceline kembali melirik David. Wajah pria itu dipenuhi semburat merah. Sepertinya dia sudah terlalu mabuk. Tatapan Joyceline turun pada pakaian yang dikenakan David. Pria itu sudah menanggalkan semua pakaian kerja nya.
David hanya memakai celana bahan dan kemeja putih yang bagian atas kancing kemeja nya sudah terbuka. Menampilkan bayangan garis kotak yang membentuk da*da bidang di tubuhnya. Joyceline menggembungkan pipinya dan menggeleng.
Apa yang dia pikirkan?
Tubuhnya tersentak kaget ketika David menyandarkan kepalanya di bahu sempitnya. Hal itu membuat Joyceline duduk tegak dengan kaku. Dia melirik supir yang berkali kali tersenyum tipis.
"Tidak apa, Nona. Jangan sungkan. Saya tidak akan mengatakan apapun pada media. Setelah malam ini, saya akan tutup mulut. Jika Nona ingin mendekapnya agar dia dapat tidur dengan nyaman, saya akan pura pura tidak melihat."
Seolah mengerti apa yang di khawatirkan oleh Joyceline, supir taksi yang sedang mengemudikan mobilnya itu mengatakan sesuatu yang membuat Joyceline tersenyum tipis. Senyuman yang sarat akan arti.
Dia bukannya khawatir jika seseorang akan melihat dan melaporkan ke media. Tapi dia menjadi kaku seperti itu karena khawatir jika dinding yang dia bangun sebagai pembatas antara David dan dia akan hancur.
Joyceline melirim David yang tertidur di bahu nya, dia menghela nafasnya dan memeluk David. Membiarkan pria itu bersandar di da*da nya untuk tidur. 'Aku melakukan nya karena kasihan. Bukan karena aku menyukainya.' pikir Joyceline
Tanpa disangka, David membalas pelukannya. Pria itu bergumam kecil sebelum akhirnya kembali tertidur lelap seperti bayi.
Sepanjang perjalanan menuju Apartemen milik keluarga David itu... Joyceline habiskan dengan memandang wajah pria yang tertidur. Sebelum akhirnya rasa pening kembali hinggap di kepala nya.
Joyceline terdiam. Dia rasa, pusing di kepalanya bukan hanya karena dia sedang sakit. Tapi karena efek minuman milik Debora yang di minum nya sedikit karena penasaran akan sensasi dari wine yang memabukan itu.
Joyceline menghela nafasnya. Kedua matanya menyendu, sebelum akhirnya tertutup dengan sempurna. Hendak mengistirahatkan dirinya sendiri dari situasi yang ada saat ini.
'Aku ingin pulang.'
Gimana gimana?? Cukup menarik?? ;D Stay tuned ya! Aku ucapkan banyak banyak terimakasih karena udah nungguin dan tap love cerita ini dari lama. Terimakasih٩(๛ ˘ ³˘)۶♥