BAB36 - Datang dan Pergi

1206 Kata

"Benarkah dia Axton? Axton ku yang dulu?" Anas mencoba mengingat-ingat masa remajanya. Bersama Jaxton dengan waktu yang sangat singkat. Jaxton akan mencertikan semuanya. Jika, Anas mampu mengingatnya. "Jangan menangis. Bibi mau mempercantik Nona." Bibi Elena mengusap buliran air mata Anas dengan tisunya. Anas menarik napasnya dalam-dalam. Sejenak, dia melupakan berita besar dalam hidupnya. Kasihan Bibi Elena pikirnya. Selang beberapa waktu. Akhirnya, Anas sudah terlihat sangat cantik dengan riasan wajah hasil maha karya dari tangan Bibi Elena. Tidak di ragukan lagi, Anas seperti Cinderella. "Nona benar-benar sangat cantik," puji Bibi Elena. Anas tersenyum. "Ini hasil karya Bibi di wajah Anas." "Tidak ... karena wajah Nona juga sangat cantik." Tok ... Tok ... Tok ... "Masuk," sau

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN