BAB20

1071 Kata

Suasana di dalam mobil Jaxton hening seketika. Kedunya sibuk dengan pikiran mereka masing-masing. Sesungguhnya, Jaxton ingin sekali duluan membuka suaranya. Hanya saja, Anas yang diam membuat perasaan Jaxton sama tidak karuannya dengan detak jantungnya.   "Pak Jaxton," panggil Anas langsung mendapat balasan dari tatapan mata Jaxton yang kaget.   "Iya?"   "Ehemmm ... jangan antar saya sampai depan rumah saya boleh?" tanya Anas dengan pelan.   Dahi Jaxton mengerut. "Kenapa? Apa kau takut?"   "Agh ... kedengarannya sih begitu Pak."   "Bisakah panggil Jaxton saja, saat kita sedang berdua?" tanya Jaxton datar.   "Ngah ..." Mulut Anas menganga karena bingung.   Jaxton sendiri mengulum senyuman. "Panggil saja Jaxton, kalau kita sedang berdua Anas. Bukankah kita sepasang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN