"Kalau boleh tahu, kenapa nama kamu di ganti jadi Jaxton?" tanya Anas. Jaxton tersenyum. "Papa yang meminta untuk menggunakan nama asli. Jaxton nama panjangku, Nas. Axton nama kecilku yang di buat oleh mama. Jadi, setelah mama tiada, semuanya berubah. Tapi, tidak dengan cintaku." Jaxton menemui kedua manik mata Anas. Keduanya pun hanya saling diam dan memandang. Jaxton merasa senang, akhirnya Anas mengingatnya. Sedangkan Anas, merasa bersyukur bisa di pertemukan kembali dengan Jaxton. "Aku mau mandi. Selesai mandi, kita akan makan malam bersama." Jaxton mengingatkan. "Baiklah." Sebelum melepaskan pelukannya, Jaxton mencium kening Anas cukup lama. Kemudian, perlahan Jaxton melepas tangannya dari tubuh Anas, dan bangkit dari duduknya. "Sampai ketemu di ruang makan. Andrew akan menga

