"Axton," panggil Anas dengan terburu-buru. Jaxton yang hampir tiba di ambang pintu menghentikan langkah kakinya. Sejenak ia terdiam di posisinya. Perlahan, pergerakan kepalanya menoleh ke belakang di ikuti dengan tubuhnya yang terlihat sempurna mengarah ke Anas. Anas masih berdiam dengan tak luput menatap kedua manik mata Jaxton. Anas menanti jawabannya dengan perasaan yang tidak tergambarkan olehnya. Kedua sudut bibir Jaxton tertarik. Kemudian, kakinya kembali melangkah mendekat ke Anas. Anas menunduk, saat mendapati tatapan Jaxton sangat dekat dengannya. Ya, Jaxton kembali duduk tepat di depan Anas. "Apa kau sudah mengingatku?" tanya Jaxton. Anas terkesiap. Perlahan dia mengangkat wajahnya. Tampak, Jaxton yang masih tersenyum. Kedua manik mata Anas di lapisi dengan kilatan. Kemudia

