Marco terlihat ikut mencemaskan Anas. Wajahnya yang pucat, dengan kucuran air keringat yang membasahi wajahnya. "Semoga Anas baik-baik saja," gumam Marco. Seraya memandangi badan mobil menjauh dari posisinya. *** Andrew sama dengan Jaxton, merasa sangat panik melihat Anas tiba-tiba jatuh pingsan. Kosentrasinya terus saja terganggu dengan kata-kata desakan dari Jaxton. "Nas, kamu kenapa?" Tangannya sibuk mengusap peluh yang membanjir. "Dre, cepatan sikit! kenapa lama banget." Mata Jaxton berpindah sesekali ke Anas dan Andrew. "Iya Tuan. Ini juga sudah sangat cepat." "Aku sudah katakan padanya saat di rumah. Ada yang tidak beres dari wajahnya. Tapi dia menolak, Drew." Andrew memperhatikan mimik wajah Jaxton yang kelewat panik dari kaca spion depan. "Sabar Tuan. Kita akan tiba lima

