"Edgar berkata padaku kau adalah ibuku!" Sebuah kalimat yang mampu menyentak keasadaran Lynelle dengan luar biasa keras. Dia membeku di tempat, menatap seorang putri berusia enam tahun yang berdiri penuh harap. Kedua tangan Rose saling terjalin, mencengkeram satu sama lain. Mata Rose yang biasanya menatap Lynelle dengan berani, kini dipenuhi kecemasan. Tubuh anak itu bergoyang ke kanan dan ke kiri. Tangan Lynelle gemetar saat berusaha meraih Rose. Tangan itu sempat berhenti di udara, dipenuhi kebimbangan. Dalam hidup Lynelle, ia tak pernah menyangka akan dihadapkan pada ketakutan terhadap anak kecil. Takut Rose akan menolak, memilih menjauh darinya. Takut Rose akan menyingkir, tak mengakuinya. Lynelle diliputi ketakutan. Dia menahan air matanya mati-matian, berharap ia tak perlu me

