Pembahasan Masa Lalu

1657 Kata

Edgar tidak pernah tahu definisi kebahagiaan. Dulu, ia pikir hidupnya sempurna. Dulu, ia kira memiliki segalanya. Uang, wanita, kekuasaan, dan kenyamanan hidup. Identitasnya mampu menjadi objek iri bagi banyak orang. Tetapi semenjak ia mengenal Lynelle, ia semakin banyak melihat warna. Lynelle memenuhinya dengan berbagai hal. Ketertarikan, hasrat, bahkan kasih sayang. Setelah terisi oleh Lynelle, Edgar tahu betapa kekosongan itu sangat menakutkan. Setelah ia mengenal Lynelle, ia jadi menyadari hidupnya yang dulu hanya keheningan tanpa ujung. Ibarat sebuah musik, dulu ia hanyalah harpa tanpa suara, violin tanpa gesekan, dan sittar tanpa petikan. Setelah pemusik datang dan menciptakan nada, bagaimana mungkin sanggup kembali pada kesunyian? Jiwa mana yang masih mampu menanggung gelap se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN