Empat puluh dua hari kemudian. "Kau bisa mencium pengantin perempuan!" Seorang pendeta tersenyum, setelah menyelesaikan sumpah pernikahan dari kedua mempelai. Di bawah pohon pinus, sepasang pengantin, yang satu lelaki dengan tuxedo gelap, yang satu wanita mengenakan dress putih gading dengan ekor panjang dan berumbai, saling memandang dalam cinta, sebelum akhirnya memagutkan bibir, berciuman lembut. Di bawah cahaya langit pagi, bibir mereka saling terhubung, menguatkan ikatan mereka yang baru saja mengikrarkan diri pada dunia sebagai pasangan selama-lamanya. Pasangan dalam hidup dan mati. Pasangan dalam senang dan susah. Pasangan dalam sehat dan sakit. Air mata bahagia mengalir lembut, membasahi pipi Lynelle yang terpoles make up dengan sempurna. Ciuman itu kemudian berakhir, mempe

