Wajah Lynelle sepucat mayat. Bibirnya begetar tak bisa ia kendalikan. Seluruh tubuhnya diselimuti keringat dingin. Gigi-giginya mulai bergemeletuk. Semua sendinya terasa kebas. Matanya menatap horor pada pemandangan di sisinya. Sementara Edgar, dia justru sibuk menguasai Lynelle dari atas. Jari-jemari lelaki itu menjelajahi kulit lembut Lynelle, tak peduli dengan kekakuan yang wanita itu rasakan. Dia menikmati menyentuh Lynelle, memanjakan dirinya dengan desahan dan geraman liar yang tak terkendali. Edgar memasuki Lynelle dengan brutal. Kedua kaki ramping Lynelle ditahan dengan kedua tangannya. Membuat tubuh Lynelle melengkung pasrah, tanpa mampu berbuat lebih. Di sisi Lynelle, jasad Katrina yang mengenaskan terbaring kaku. Mata wanita itu seperti menatap Lynelle, memberikan teror tanp

