Part 25 Sore harinya, Reihan sempat ingin mengantarkan Rina untuk pulang, bisa dilihat dari caranya yang berjalan cepat berniat ingin menghampiri Rina yang saat ini sudah berjalan di depannya. Namun Reihan seketika memelankan langkah kakinya, saat ia baru mengingat satu hal. "Astaghfirullah, apa yang aku pikirkan ya Allah? Bisa-bisanya aku berpikir untuk mengantarkan Rina pulang, sedangkan dia saja sudah memiliki suami dan anak." Reihan tampak gelisah di tempatnya, ia bahkan tidak peduli dengan beberapa pegawai papanya yang tengah menyapanya. "Kalau aku memaksa Rina untuk mau aku antar pulang, yang ada dia dan suaminya bisa bertengkar cuma gara-gara aku." Reihan mengeluh frustrasi, ia lupa bila dirinya tidak bisa mendekati wanita itu karena statusnya yang sudah menjadi istri orang lain.

