Mengikhlaskan | 42

1211 Kata

Ketika mendengar keadaan Nayyara, Andara langsung terduduk lemah di sofa ruangan VVIP tempat Nayyara di rawat sekarang. Kakinya lemas, seolah nyawa sedang tak berada di raganya. Pikirannya langsung kosong, pun dengan tatapannya tak bermuara. Andara kaget, sekaligus tidak menyangka. Nayyara positif hamil--sudah memasuki usia hampir delapan minggu, kemudian harus dinyatakan keguguran sebab mengalami benturan yang sangat keras. Dokter sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi Tuhan berkata lain. Andara sama sekali tidak tahu perihal ini. Bahkan tak pernah menduga jika sekarang putrinya sedang mengandung, pantas saja akhir-akhir ini sering mengalami perubahan sikap dan perasaannya lebih sensitif. Dipikirannya mungkin Nayyara hanya pusing karena persoalan kuliah dan segala macam tugas, nyatany

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN