Keguguran? | 41

1705 Kata

"Masuk!" Liam bersuara dari dalam mobilnya. Nayyara yang menyadari itu Liam, hanya bisa diam tanpa mau menuruti permintaannya. Saat ini dia tengah berada di sebuah halte dekat bengkel, ban mobil Nayyara tiba-tiba saja bocor di tengah jalan sepulangnya dari kampus. Karena terlalu banyak antrean, jadilah kemungkinan sore atau malam baru selesai pengerjaannya. Tidak mungkin Nayyara menunggu di sana, lebih baik dia pulang--istirahat. "Nayya, masuklah. Sebentar lagi akan turun hujan lebat. Mau hujan-hujanan di sini nunggu taksi yang tidak tahu kapan datangnya?" Karena merasa lagi-lagi diabaikan, Liam akhirnya turun. Dia menghampiri Nayyara, mencekal pergelangan wanita itu untuk dia ajak pulang bersama. "Liam, lepasin ih!" Nayyara berontak, tapi Liam tetap tak melepaskan cekalannya. Memaksa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN